ANALISIS PENENTUAN HARGA POKOK PRODUKSI PADA PT. PLN (PERSERO) SEKTOR PEMBANGKITAN MINAHASA
Abstract
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mengetahui penentuan harga pokok produksi dengan metode perusahaan selama periode lima tahun, yaitu dari tahun 2011 sampai tahun 2015 pada PT. PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Minahasa. Penelitian ini diharapkan dapat menambah dan memperluas pengetahuan dan wawasan, serta membandingkannya dengan kondisi yang sebenarnya di perusahaan, khususnya mengenai Perhitungan Harga Pokok Produksi dan Harga Jual Energi Listrik serta Laba (Rugi) pada PT. PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Minahasa.
Dari hasil data penelitian melalui sampel data rekapitulasi biaya operasi unit pembangkit PT. PLN (Persero) Sektor Pembangkitan Minahasa, maka penulis menarik kesimpulan bahwa unsur biaya operasi terdiri dari biaya sewa pembangkit, biaya bahan bakar / minyak pelumas, biaya pemeliharaan, biaya tenaga kerja (kepegawaian), biaya administrasi dan biaya penyusutan.
Dari uraian biaya operasi diketahui bahwa unsur biaya yang dominan adalah bahan bakar / minyak pelumas hal ini karena mesin pembangkit listrik masih didominasi oleh pembangkit diesel sampai dengan tahun 2014, dan pada tahun 2015 harga pokok produksi mengalami penurunan menjadi sebesar Rp. 1.468/Kwh dimana sebelumnya pada tahun 2014 sebesar Rp. 1763.78/Kwh, hal ini dikarenakan penurunan biaya sewa pembangkit yang diikuti oleh penurunan biaya – biaya lain yang mempengaruhinya.
Kata Kunci : Analisis Harga Pokok Produksi
Refbacks
- There are currently no refbacks.