ANALISIS MODAL KERJA PADA PT. BANK MANDIRI (PERSERO)
Abstract
Penelitian ini dilaksanakan pada PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk melalui teknik dokumentasi dan kepustakaan dengan mengangkat judul “Analisis Modal Kerja Pada PT. Bank Mandiri (Persero) Tbkâ€. Masalah yang diangkat lebih fokus pada tingkat kemampuan Bank Mandiri dalam menggunakan modal kerjanya selama periode 2009-2013.
Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui dan menganalisa kemampuan PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk dalam mengelolah modal kerjanya dengan menggunakan rasio likuiditas agar bank tersebut tidak dilikuidasi.
Manfaat dari penelitian ini adalah sebagai bahan masukan bagi perusahaan yang menjadi obyek penelitian dalam menyusun anggaran modal kerja yang dibutuhkan dalam setiap periode dan dapat menggunakan modal kerja yang ada seefektif mungkin untuk peningkatan likuiditas perusahaan.
Penelitian ini dilakukan berdasarkan kajian teori yang berisi tentang konsep bank, modal kerja, analisis rasio keuangan bank dan rasio likuiditas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskrptif dan teknik analisis data menggunakan rasio likuiditas yakni untuk mengukur tingkat kemampuan bank dalam membayar kewajiban yang harus segera dipenuhi dalam aset likuidnya, sehingga bisa diketahui apakah modal kerjanya digunakan secara efektif atau tidak.
           Hasil penelitian berdasarkan perhitungan rasio likuiditas pada tahun 2009 yaitu: Quick Ratio 23,50%, Banking Ratio 63,27%, Asset to Loan Ratio 50,29%, Cash Ratio 63,63%, LDR 56,89%. Pada tahun 2010: Quick Ratio 20,83%, Banking Ratio 72,46%, Asset to Loan Ratio 55,59%, Cash Ratio 54,27%, LDR 64,68%. Pada tahun 2011 mengalami peningkatan yaitu Quick Ratio 27,38%, Banking Ratio 82,07%, Asset to Loan Ratio 59,04%, Cash Ratio 64,74%, LDR 70,89%. Pada tahun 2012 Quick Ratio dan Cash Ratio mengalami penurunan sebesar 24,44% dan 53,90% sedangkan Banking Ratio, Asset to Loan Ratio dan LDR mengalami peningkatan yaitu masing-masing 88,07%, 63,30%, 75,44%. Pada tahun 2013 Quick Ratio dan Cash Ratio kembali mengalami penurunan sebesar 23,42% dan 50,43% sedangkan Banking Ratio sebesar 91,39%, Asset to Loan Ratio 65,00% dan LDR sebesar 78,09%.
           Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat dilihat bahwa quick ratio dan cash ratio sangat rendah. Kondisi ini tidak baik bagi bank karena menunjukan aset lancarnya yang sangat rendah. Jika nanti para deposen menarik uangnya pada saat bersamaan, bank terancam tidak dapat memenuhinya. Oleh karena itu bank mandiri harus meningkatkan aset lancarnya agar tidak terancam dilikuidasi.
Kata Kunci: Modal Kerja
Refbacks
- There are currently no refbacks.