PENGARUH TEKNOLOGI KEUANGAN, LITERASI KEUANGAN, DAN INKLUSI KEUANGAN TERHADAP KEBERLANGSUNGAN BISNIS UMKM
Abstract
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memainkan peran penting dalam perekonomian; namun, mereka menghadapi banyak tantangan terkait Keberlangsungan, khususnya di bidang seperti adopsi teknologi keuangan, Literasi Keuangan, dan Inklusi keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana teknologi keuangan, Literasi keuangan, dan Inklusi keuangan berkontribusi terhadap Keberlangsungan UMKM yang berlokasi di Kota Manado, dengan fokus pada distrik Malalayang Beach Walk. Metode penelitian kuantitatif digunakan, dengan memanfaatkan survei terhadap 100 UMKM kuliner yang dipilih melalui metode purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berbasis skala Likert dan dianalisis melalui regresi linier berganda dengan SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara kolektif, teknologi keuangan, Literasi keuangan, dan Inklusi keuangan secara signifikan memengaruhi Keberlangsungan UMKM. Secara individual, masing-masing dari ketiga faktor tersebut juga menunjukkan pengaruh positif dan signifikan. Koefisien determinasi (R²) sebesar 0,651 menunjukkan bahwa model tersebut dapat menjelaskan 65,1% variasi dalam Keberlangsungan UMKM. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan penggunaan teknologi keuangan, Literasi Keuangan, dan Inklusi keuangan sangat penting untuk mendukung Keberlangsungan UMKM.
References
Apipah, K., Kharisma, & Maftukhin. (2023). Pengaruh literasi keuangan, inklusi keuangan, fintech terhadap sustainabilitas UMKM (Studi kasus pelaku UMKM Mitra Mandiri Brebes). Journal of Accounting and Financial Research, 1, 13–26.
Asmoro, Setiawan, Setianingsih, dan Putranti. (2025). Pengaruh financial technology, literasi keuangan, inklusi keuangan, aksesibilitas kredit terhadap keberlangsungan UMKM. Owner, 9(1), 575–592. https://doi.org/10.33395/owner.v9i1.2547
Budyastuti, T. (2021). Pengaruh financial technology dan literasi keuangan terhadap keberlangsungan usaha. Jurnal Online Insan Akuntan, 6, 167–178.
Davis, F. D. (1989). Perceived usefulness, perceived ease of use, and user acceptance of information technology. MIS Quarterly, 13(3), 319–340.
Hilmawati, M. R. N., & Kusumaningtias, R. (2021). Pengaruh literasi keuangan dan inklusi keuangan terhadap keberlangsungan UMKM.
Idawati, & Pratama. (2020). Pengaruh literasi keuangan terhadap kinerja dan keberlangsungan UMKM di Kota Denpasar.
Kaligis, J. N., dkk. (2025). UMKM: Konsep dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah. FEB UNIMA.
Kisin, D. L., & Setyahuni, S. W. (2024). Pengaruh literasi keuangan, inklusi keuangan, dan teknologi finansial (fintech) terhadap keberlangsungan UMKM di Kota Semarang.
Kusuma, A., Sahabuddin, & Zainal. (2022). Pengaruh inklusi keuangan terhadap pengelolaan keuangan UMKM.
Lusardi, A., & Mitchell, O. S. (2013). The economic importance of financial literacy: Theory and evidence. Journal of Economic Literature, 52(1), 5–44.
Maulana, M., Murniningsih, & Prasetya. (2022). Pengaruh literasi keuangan, inklusi keuangan, dan fintech terhadap keberlangsungan bisnis UMKM.
Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). (2023). OECD/INFE financial literacy survey 2023. OECD Publishing.
Sugita, I. K., & Ekayani. (2022). Pengaruh literasi keuangan, inklusi keuangan dan akses permodalan terhadap keberlanjutan UMKM pada bidang fashion di Kota Denpasar.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Suryanto. (2020). Financial technology sebagai inovasi layanan keuangan bagi UMKM.
Yuningsih, Y., Raspati, G., & Riyanto, A. (2022). Pengaruh literasi keuangan dan financial technology terhadap keberlangsungan usaha pelaku UMKM. Jurnal Mirai Management, 7(2), 531–540.
Refbacks
- There are currently no refbacks.