Analisis Kinerja Keuangan Pada Perusahaan Daerah Air Minum Di Kabupaten Maluku Tenggara
Abstract
Tujuan dalam penelitian ini adalah: Untuk mengetahui dan mendeskripsikan perkembangan kinerja PDAM dari aspek keuangan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri No 47 Tahun 1999. Hasil dari penelitan ini yaitu : 1)Kinerja keuangan dari tahun 2015-2018 adalah cukup. Kinerja keuangan dengan nilai tertinggi (41) berada di tahun 2018 sedangkan tahun 2015-2017 nilai kinerja keuangan berkisar antara 28 dan 29. 2)Secara keseluruhan dari 10 (sepuluh) indikator ada 5 (lima) indikator yang sudah baik kinerjanya yaitu : rasio utang jangka panjang terhadap ekuitas rasio total aktiva terhadap total utang, rasio aktiva produktif terhadap penjualan air, jangka waktu penagihan piutang, dan efektivitas penagihan.3)Sedangkan indikator kinerja keuangan yang belum maksimal nilainya adalah: Rasio laba terhadap aktiva produktif, rasio laba terhadap penjualan, rasio aktiva lancar terhadap utang lancar, rasio biaya operasi terhadap pendapatan operasi, dan rasio laba operasi sebelum biaya penyusutan terhadap angsuran pokok dan bunga jatuh tempo.
Â
Kata Kunci : Kinerja Keuangan, Perusahaan Daerah Air Minum
Â
The objectives of this study are: To identify and describe the development of PDAM performance from the financial aspect based on the Decree of the Minister of Home Affairs No. 47 of 1999. The results of this research are: 1) Financial performance from 2015-2018 is sufficient. The financial performance with the highest score (41) was in 2018 while in 2015-2017 the value of financial performance ranged between 28 and 29. 2) Overall of the 10 (ten) indicators there are 5 (five) indicators that have performed well, namely: debt ratio long-term to equity ratio of total assets to total debt, ratio of earning assets to water sales, period for collection of accounts receivable, and collection effectiveness. 3) Meanwhile, indicators of financial performance that have not maximized value are: Ratio of profit to earning assets, ratio of profit to sales, the ratio of current assets to current debt, the ratio of operating expenses to operating income, and the ratio of operating profit before depreciation to installments of principal and interest due.
Â
Keywords: Financial Performance, Regional Drinking Water Company
References
Agnes Sawir. (2005). Analisis Kinerja Keuangan dan Perencanaan Keuangan Perusahaan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Darsono dan Ashari. (2005). Pedoman Praktis Memahami Laporan Keuangan.Yogyakarta: Andi.
Dewi Astuti. (2004). Manajemen Keuangan Perusahaan. Jakarta: Ghalia Indonesia. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. 2003. Pedoman Penulisan Skripsi. Surakarta
Gede Edy Prasetya. 2005. Penyusunan dan Analisis Laporan Keuangan Pemerintah Daerah. Yogyakarta: Andi.
Hadari Nawawi dan Mimi Martini. 2005. Penelitian Terapan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Mohamad Muslich. 2003. Manajemen Keuangan Modern. Jakarta: Bumi Aksara. Mohamad Nazir. 2001. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Riduwan. 2004. Metode dan Teknik Menyususn Tesis. Bandung: Alfabeta.
Singgih Santoso dan Fandy Tjiptono. 2002. Riset Pemasaran. Yogyakarta: Andi Offset.
Suharsimi Arikunto. 2002. Prosedur Penelitian. Yogyakarta: Rineka Cipta
Manajemen Penelitian. Yogyakarta: Rineka Cipta
Surat Keputusan Mendagri No 47 Tahun 1999. Pedoman Penilaian Kinerja PDAM. Sutrisno Hadi. 2002. Metodologi Research. Yogyakarta: Andi
Sutrisno. 2003. Manajemen Keuangan. Yogyakarta: Ekonisia.
Winarno Surakhmad. 2001. Pengantar Penelitian Ilmiah: Dasar Metode, Teknik Prosedur. Bandung: Tarsito
Refbacks
- There are currently no refbacks.