APLIKASI SISTIM LAPORAN KEUANGAN GEREJA DI PAROKI ROH KUDUS TOMOHON
Abstract
Praktik supervisi atas pelaksanaan pelayanan pastoral di paroki-paroki juga dilakukan beberapa Keuskupan di Indonesia untuk memastikan bahwa pelayanan bagi umat dijalankan dengan semestinya. Secara kanonis, pelaksanaan supervisi ini menjadi tanggung jawab Uskup diosesan dan dibantu oleh orang-orang yang dipilih oleh Uskup (bdk KHK Kanon 392 dan Kanon 511) (Gitowiratmo, 2015). Gitowiratmo (2015) dalam tulisannya mengatakan bahwa dalam dekade terakhir ini penerapan prinsip-prinsip manajerial sedang menjadi tren dalam lembagalembaga Katolik. Hal ini disebabkan dugaan jika gereja Katolik dianggap tidak transparan dan tertutup terhadap praktik manajemen modern karena kuatnya pengaruh para pemimpin dan tradisi dalam organisasi gereja..
Identifikasi terhadap permasalahan yang dihadapi dan harus dipecahkan oleh Paroki Roh Kudus adalah 1. Laporan Keuangan yang dimiliki tidak sesuai dengan Pedoman yang ada. 2. Sistem akuntansi yang dimiliki belum memadai. 3. Sistem inventarisasi asset tetap belum memadai. 4. Belum memiliki program akuntansi yang membantu pencatatan akuntansi sehingga semua pencatatan dilakukan secara manual dan tidak sesuai dengan prosedur yang ditetapkan. 5. Sumber daya manusia yang memiliki kemampuan dibidang akuntansi masih sangat minim.
Berdasarkan analisis masalah di atas, maka solusi yang ditawarkan adalah 1.meningkatkan Pengetahuan kemampuan keuangan para bendahara paroki; 2.Mengurangi kesalahan pencatatan yang ada; 3.Meningkatkan kemampuan para bendahara dalam penyusunan laporan keuangan yang benar;
Â
Â
Kata Kunci : aplikasi keuangan, akuntansi, pelayanan nirlabaRefbacks
- There are currently no refbacks.