Neuroleadership: Sinergi Kemampuan Otak, Emosi, Perilaku dalam Lingkungan Kerja

Aneke Salam

Abstract


Keberhasilan suatu organisasi turut dipengaruhi peran seorang pemimpin. Neuroleadership merupakan salah satu tema pembicaraan mengenai kepemimpinan yang mengkolaborasikan antara ilmu saraf, psikologi dan manajemen. Hal ini tentunya akan mengkondisikan adanya kesatuan kerja antara kemampuan otak, ketepatan mengatur emosi dan perilaku yang berelasi dengan peningkatan kinerja individu maupun kelompok dalam lingkungan kerja.

Tulisan ini bertujuan untuk menggali tentang kajian terkait perkembangan fungsi otak dan prinsip-prinsip kepemimpinan untuk memahami dan mengoptimalkan kinerja manusia dalam konteks organisasi dan sosial. Metode yang digunakan berupa kajian literatur yang melakukan telaah dokumen terkait dengan neuroleadership pada beragam artikel dan penerapannya pada organisasi.

Hasil temuan bahwa neuroleadership adalah bidang yang menggabungkan ilmu saraf dengan prinsip-prinsip kepemimpinan.  Di mana pemimpin yang baik tidak hanya memberikan arahan, tetapi juga memotivasi dan memberdayakan tim untuk mencapai tujuan bersama. Sehingga pemimpin sebagai pemicu neurotransmitter positif yang memengaruhi tingkat dopamin, oksitosin, dan serotonin dalam otak anggota tim mereka. Ketika seorang pemimpin memberikan pujian atau dukungan emosional, otak merespons dengan melepaskan neurotransmitter yang dapat meningkatkan rasa bahagia, produktivitas, dan keterlibatan, serta terciptanya kolaborasi dan kinerja tim. Dengan demikian otak merespons lebih baik terhadap lingkungan yang mendukung kerja sama dan rasa komunitas.

Kata Kunci: Neuroleadership, Otak, Emosi, Perilaku, Lingkungan Kerja


References


Rifani, D. A & Rahadi, D. R. 2021. “Ketidakstabilan Emosi dan Mood Masyarakat Dimasa Pandemi Covid-19. Jurnal Manajemen Bisnis ISSN: 1829-8486 (print) | ISSN: 2528-1216 (online) Volume 18, No. 1, Januari 2021

Donders, J., & Hunter, S. J. (2010). Principles and Practice of Lifespan Developmental Neuropsychology. Leiden: Cambridge University Press. Retrieved from (Online: http://public.eblib.com/ choice/publicfull record.aspx?p=487285.

Felten, D. L. (2016). Netter’s atlas of neuroscience. Amsterdam: Elsevier.

Goleman, D. (2002). Kecerdasan Emosional. Jakarta: Gramedia.

Kadiyono, A. L., & Anmarlina, F. (2016). “Teknik Yoga sebagai intervensi dalam melakukan anger management pada wanita dewasa awal”. Jurnal Intervensi Psikologi (JIP), 8(2), 185–201. https://doi.org/10.20885/intervensipsikologi.vol8.iss2.art3

Robbins, S.P. (2003). Perilaku Organisasi. Jakarta: PT. Indeks Kelompok Gramedia.

Timotius & Kris . H. Otak dan Perilaku. (2018). Yogyakarta: Andi.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.