PENGARUH KONFLIK DAN STRES KERJA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PADA PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK DISTRIBUSI SULUTTENGGO

Yunita Natalia Wewengkang, Jenny Nancy Kaligis, Lihard Lumapow

Abstract


Penelitian ini memiliki tujuan utama untuk menganalisis pengaruh konflik kerja dan stres kerja terhadap produktivitas karyawan di PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Suluttenggo. Hasil penelitian mengungkap adanya hubungan negatif dan signifikan antara tingkat konflik kerja dan stres kerja dengan produktivitas karyawan. Artinya, semakin tinggi tingkat konflik kerja dan stres kerja yang dialami oleh karyawan, semakin rendah produktivitas yang dapat dicapai. Konflik kerja merujuk pada situasi ketegangan atau perselisihan di antara karyawan, yang dapat menghambat konsentrasi dan kerja sama di lingkungan kerja. Stres kerja, di sisi lain, adalah tekanan fisik dan emosional yang timbul akibat beban kerja yang tinggi. Tingkat stres yang tinggi dapat mengakibatkan penurunan konsentrasi dan motivasi karyawan. Untuk mengatasi masalah ini, PT. PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Suluttenggo perlu mengambil tindakan yang tepat. Upaya seperti peningkatan komunikasi dan kolaborasi antar karyawan, serta penciptaan lingkungan kerja yang sehat, dapat membantu mengurangi tingkat konflik kerja dan stres kerja. Selain itu, penting juga untuk memberikan dukungan psikologis dan memperhatikan kesejahteraan karyawan agar produktivitas tetap optimal. Penelitian ini memberikan wawasan berharga bagi perusahaan dalam mengelola sumber daya manusia dengan lebih efektif, meningkatkan kinerja karyawan, dan mencapai tujuan bisnis dengan lebih efisien. Dengan memahami dampak negatif konflik kerja dan stres kerja terhadap produktivitas, perusahaan dapat merancang strategi yang lebih baik untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan dan kinerja organisasi secara keseluruhan.

Kata Kunci : Konflik Kerja, Stres Kerja, Produktivitas Kerja


References


Penelitian ini memiliki tujuan utama untuk menganalisis pengaruh konflik kerja dan stres kerja terhadap produktivitas karyawan di PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Suluttenggo. Hasil penelitian mengungkap adanya hubungan negatif dan signifikan antara tingkat konflik kerja dan stres kerja dengan produktivitas karyawan. Artinya, semakin tinggi tingkat konflik kerja dan stres kerja yang dialami oleh karyawan, semakin rendah produktivitas yang dapat dicapai. Konflik kerja merujuk pada situasi ketegangan atau perselisihan di antara karyawan, yang dapat menghambat konsentrasi dan kerja sama di lingkungan kerja. Stres kerja, di sisi lain, adalah tekanan fisik dan emosional yang timbul akibat beban kerja yang tinggi. Tingkat stres yang tinggi dapat mengakibatkan penurunan konsentrasi dan motivasi karyawan. Untuk mengatasi masalah ini, PT. PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Suluttenggo perlu mengambil tindakan yang tepat. Upaya seperti peningkatan komunikasi dan kolaborasi antar karyawan, serta penciptaan lingkungan kerja yang sehat, dapat membantu mengurangi tingkat konflik kerja dan stres kerja. Selain itu, penting juga untuk memberikan dukungan psikologis dan memperhatikan kesejahteraan karyawan agar produktivitas tetap optimal. Penelitian ini memberikan wawasan berharga bagi perusahaan dalam mengelola sumber daya manusia dengan lebih efektif, meningkatkan kinerja karyawan, dan mencapai tujuan bisnis dengan lebih efisien. Dengan memahami dampak negatif konflik kerja dan stres kerja terhadap produktivitas, perusahaan dapat merancang strategi yang lebih baik untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan dan kinerja organisasi secara keseluruhan.

Kata Kunci : Konflik Kerja, Stres Kerja, Produktivitas Kerja


Refbacks

  • There are currently no refbacks.